Langsung ke konten utama

Mengenal arti dan hati-hati menggunakan istilah gangguan jiwa

Definisi Abnormal/ Gangguan Jiwa/ Kelainan Mental

Salah satu tantangan tersulit yang dihadapi mereka yang terjun di bidang psikologi abnormal adalah mendefinisikan prilaku abnormal. Disini kami mempertimbangkan beberapa karakteristik yang dianggap sebagai komponen perilaku abnormal. Kita akan melihat bahwa satu karakter tunggal tidaklah cukup, namun masing masing berperan dan mencakup beberapa bagian dari kemungkinan definisi lengkapnya. Konsekuensinya, abnormalitas umumnya ditentukan berdasarkan munculnya beberapa karakteistik sekaligus. Definisi terbaik yang kami berikan menggunakan beberapa karaktersitik, antara lain : kejarangan statistic, pelanggaran norma, distress pribadi, ketidakmampuan atau disfungsi, dan respon yang tidak diharapkan (unexpectedness)

Kejarangan Statistik

Salah satu aspek perilaku abnormal adalah perilaku tersebut jarang ditemukan. Kurva normal, atau kurva berbentuk lonceng, menempatkan mayoritas manusia di bagian tengah dalam kaitan dengankaraktersitik tertentu; sangat sedikit yang berada di bagian kedua ekstreem. Perkataan yang mengungkapkan bahwwa sesorang normal merujuk bahwa orang tersebut tidak menyimpang jauh dari rata- rata pola trait atau perilaku tertentu.

Kejarangan satistik digunakan secara eksplisit dalam mendiagnosis retardasi mental. Walaupun sejumlah criteria digunakan untuk mendiagnosis retardasi mental, inteleggensi rendah merupakan criteria utama. Bila IQ seseorang dibawah 70, funsi intelektualnya dinilai cukup dibawah normal untuk disebut sebagai retardasi mental.

Walaupun beberapa perilaku atau karakteristik yang jarang terjadi terdapat pada orang- orang tertentu kita anggap sebagai abnormal, dalam beberapa kasus tidak terdapat hubungan sama sekali. Memiliki kemampuan atletik yang hebat merupakann seesuatu yang jarang terjadi, namun beberapa orang menilainya sebagai bagian dari psikologi abnormal. Hanya beberapa prilaku tertentu yang jarang terjadi, seperti mengalami halusinasi atau depresi yang mendalam, masuk dalam lingkup yang dibahas buku ini. Sayangnya, komponen statistic memberikan sedikit panduan  bagi kita dalam menentukan perilaku mana yang jarang terjadi yang harus dipelajari para psikopatolog.

Pelanggaran norma

Karakteristik lain yang dipertimbangkan dalam menentukan abnormalitas adalah apakah perilaku tersebut melanggar norma sosial atau mengancam atau mencemaskan mereka yang mengamatinya. Perilaku antisocial dan psikopat juga sesuai dengan definisi ini, sebagaimana dengan ritual kompleks yang dilakukan para penderita obsesif kompulsif dan percakapan pasien psikotik dengan suara khayalan. Namun, tetap saja komponen ini terlalu luas sekaligus terlalu sempit. Perilaku kejahatan dan pria/wanita tuna susila melanggar norma sosial, namun umumnya tidak selalu dipelajari dalam psikologi abnormal; dan orang sangat pencemas yang umumnya dinilai sebagai karakter utama psikologi abnormal, umumnya tidak melanggar norma sosial dan tidak mengganggu banyak orang yang mengamatinya.

Selain itu, keragaman budaya dapat memengaruhi bagaimana orang orang memandang norma sosial dalam suatu budaya mungkin dianggap abnormal dalam budaya lain.

Distress Pribadi

Karaktersitik dari beberapa bentuk abnormalitas adalah tekanan pribadi yaitu, perilaku dianggap abnormal jika menciptakan siksaan dan tekanan besar pada orang yang mengalaminya. Distress pribadi jelas sesuai dengan banyak bentuk abnormalitas—orang – orang yang mengalami gangguan anxietas dan depresi benar- benar menderita. Namun, beberapa gangguan tidak selalu menyebabkan distress. Psikopat, sebagai contoh, memperlakukan orang lain tanpa perasaan dan mungkin terus- menerus melanggar hokum tanpa sedikitpun merasa bersalah, menyesal, ataupun cemas. Dan tidak semua bentuk distress—sebagai contoh, kelaparan atau rasa sakit ketika melahirkan—menjadi bagian dari bidang ini.

Disabilitas dan Disfungsi Perilaku

Disabilitas, yaitu ketidakmampuan individu dalam beberapa bidang penting (misalnya hubungan kerja atau pribadi) karena abnormalitas, juga menjadi komponen perilaku abnormal. Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan zat sebagian ditentikan oleh disabilita sosial atau perkerjaan (misalnya kinerja ynag rendah di tempat kerja, pertengkaran yang serius dengan pasangan) yang disebabkan penyalahgunaan zat. Secara sama, fobia dapat menyebabkan distress atau disabilitas, sebagai contoh, ketakutan naik pesawat yang parah menghambat seseorang memperoleh promosi jabatan. Seperti halnya penderitaan, disabilitas terjadi dalam beberapa, namun tidak semua, gangguan. Sebagai contoh, transvestisme (memakai baju lawan jenis untuk mendapatnkan kenikmatan seksual), yang saat ini didiagnosis sebagai gangguan mental jika menyebabkan distress bagi yang mengalaminya, bukanlah suatu disabilitas. Sebagian besar penderita transvestisme menikah, menjalani hidup yang wajar, dan biasanya memakai baju lawan jenis secara sembunyi sembunyi. Karaktersitik lain yang dalam beberapa situasi dianggap sebagai ketidakmampuan—misalnya betubuh pendek, padahal Anda ingin menjadi pembasket professional—tidak termasuk dalam bidang psikologi abnormal. Sebagaimana disabilitas, kami tidak memiliki aturan yang menentukan disabilitas seperti apa yang dianggap normal atau abnormal.

Yang Tidak Diinginkan (Unexpectedness)

Kami telah menjelaskan bahwa tidak semua distress atau disabilitas masuk dalam bidang psikologi abnormal. Distress dan disabilitas seringkali dianggap abnormal bila hal tersebut merupakan respons tidak diharapkan terhadap stressor lingkungan (Wakafield, 1992). Sebagai contoh gangguan anxietas didiagnosis bila kecemasan tidak diharapkan dan di luar proporsi damam suatu situasi, sebagaimana bila seseorang selalu cemas akan situasi keuangannya. Kelaparan, disisi lain, merupakan respons yang tidak diharapkan bila kita tidak makan sehingga tidak termasuk dalam kondisi distress yang relevan denga perilaku abnormal.

Kami telah mempertimbangkan beberapa karaktersitik kunci dari definisi perilaku abnormal. Sekali lagi, tidak ada satu karakter tunggal yang menghasilkan definisi yang memuaskan, namun secara bersama sama memberikan kerangka kerja yang bermanfaat untuk memulai definisi abnormalitas.

Sumber: Psikologi Abnormal, Gerald C. Davison – John M. Neale – Ann M. Kring, 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Kebutuhan-Kebutuhan Psikologis/ Mental (Murray)

20 Pemenuhan Kebutuhan - Kebutuhan Psikologis & Mental (Murray) Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi. Henry Alexander Murray (13 Mei 1893 - 23 Juni 1988) adalah seorang Amerika psikolog yang mengajar selama lebih dari 30 tahun di Harvard University. Murray mengembangkan teori kepribadian Personology disebut, berdasarkan " kebutuhan "dan" tekan”. Mernurut Murray (1938), kebutuhan adalah suatu konstruk (fiksi atau konsep hipo...

PEDULI KESEHATAN MENTAL REMAJA

PEDULI KESEHATAN MENTAL REMAJA        Jika ditanya arti sehat mental, kira-kira apa jawaban kita sebagai orangtua? Beberapa dari kita mungkin menjawab sehat mental artinya tidak sakit jiwa. Beberapa yang lain mungkin menjawab sehat mental berarti jadi orang yang normal saja.  Ada juga mungkin yang menjawab sehat mental berarti pikiran yang tenang dan hati yang bahagia. Menurut KBBI, definisi mental bersangkutan dengan batin dan watak manusia, bukan bersifat badan atau tenaga. Mental yang sehat dapat diartikan sebagai kesejahteraan batin secara penuh, tidak semata-mata berupa absennnya penyakit atau kelemahan tertentu. Individu yang sehat secara mental serasi dalam seluruh aspek psikologisnya (pikiran, emosi, dan tingkah laku) sehingga bisa optimal dalam menjalankan kehidupan dan memiliki relasi yang memuaskan, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.        Anak remaja menjelang dewasa mengalami masa transisi...

SELF ACCEPTANCE/ PENERIMAAN DIRI BK MTS AL-ISLAM

https://drive.google.com/file/d/1i7LhKD9qYhEi_J7aRMGWWHkKq6Bd87PG/view?usp=sharing KLIK LINK DI ATAS UNTUK DOWNLOAD MATERI BK KLASIKAL 

Penemu Angka 0 - Nilai Akhlaq Menurut Ilmuwan Matematika Muslim

Al-Khawarizmi, seorang ilmuwan matematika penemu angka nol dan menggantikan angka-angka Romawi dari penemuannya, pernah ditanya tentang manusia : Dia menjawab, Bila manusia memiliki akhlak, ia mendapatkan nilai 1. Jika ia memiliki wajah yang elok, maka ia mendapat tambahan 0 dan menjadi 10. Jika ia memiliki kekayaan maka bertambah lagi satu 0 dan nilainya menjadi 100. Jika ia memiliki nasab yang mulia, maka bertambah lagi satu 0 dan nilainya menjadi 1000. Namun apabila ia tidak memiliki akhlak maka hilanglah nilai satu tersebut dan hanya tersisa 0. Karena itu tanpa akhlak manusia tak memiliki nilai sama sekali. Apabila kita menengok pada ayat-ayat Al-Qur’an maka akan kita temukan bahwa Nabi Muhammad saw memiliki nilai kemuliaan tertinggi yaitu akhlak dan budi pekerti yang agung. Bukankah Allah berfirman, وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُل...

MOTIVASI BIMBINGAN KONSELING MTS AL-ISLAM BANDUNG

MOTIVASI BIMBINGAN KONSELING MTS AL-ISLAM BANDUNG